Satu Hal Penting Yang Membuat Goal Setting GAGAL!

Topik hangat yang acap kali menjadi pembahasan menjelang akhir tahun hingga awal-awal tahun baru adalah Goal Setting atau resolusi. Dalam beberapa tahun terakhir ini, sepertinya (yang) saya (sadari) BELUM pernah sekali pun luput dari pembicaraan mengenai Goal Setting. Dan sepertinya sudah menjadi sebuah ritual bagi sebagian orang dan organisasi untuk mengikuti ‘pelatihan’ bertema Goal Setting.

Nah, yang jadi pertanyaan adalah seberapa berdampaknya ritual ini? Atau hanya menjadi sebuah rutinitas belaka yang tidak berarti?

Lingkaran Setan

Setidaknya dalam 2 (dua) tahun belakangan ini, salah satu sahabat saya, Tjia Irawan, agak berbeda menyikapi fenomena tahunan ini. Alih-alih turut serta dalam kerumunan, ia malah (dapat dikatakan) mencibir para pelaku fenomena ini. Goal atau resolusi yang tahun ini disusun merupakan goal tahun lalu yang belum tercapai. Dan goal tahun lalu yang belum tercapai, merupakan goal tahun lalunya lagi yang belum tercapai. Dan demikian seterusnya.

Namun bukankah ada berbagai cara untuk membuat Goal Setting? Seharusnya dengan berbagai metode Goal Setting (silahkan googling dengan kata kunci “goal setting method” – Anda akan menemukan dari yang SMART hingga yang kurang smart), maka goal yang sudah disusun akan dapat dicapai dengan mudah, bukan?

Praktisi NLP mungkin akan mengatakan bahwa untuk itulah diperlukannya WFO (Well-Formed Outcome). Dengan mengenyampingkan sementara perbedaan antara Goal dan Outcome (ya, NLP membedakan keduanya), WFO juga akan bernasib sama dengan metode perancangan goal lainnya.

Lalu apa perbedaan yang dapat membuat perbedaan?

Kuncinya Bukan di Metode

Banyak orang telah salah kaprah dan menganggap metode Goal Setting sebagai pil ajaib yang akan membuat goal tercapai. Salah Besar!

Michael Breen, seorang Master Trainer NLP, menjelaskan hal penting dalam merancang goal adalah apakah Anda bersedia melakukan pekerjaannya (baca:proses) dan Goal Setting hanyalah sebagai alat bantu.

Ketika membuat Goal Setting, maka Anda sebenarnya sedang membuat perancangan dalam mencapai sebuah tujuan di atas kertas, tidak lebih dari itu. Dan untuk dapat mencapai tujuan, Anda harus melakukan semua rancangan yang telah disusun, benar?

Tidak penting metode apa yang Anda gunakan, selama goal Anda tidak menarik… tidak menggugah perasaan Anda untuk bergerak mencapainya, maka… lupakan sajalah. Ketika goal Anda dapat membuat Anda tidak sabar lagi untuk segera bertindak, percayalah… Anda akan menemukan bagaimana cara mencapainya.

Mungkin kini saatnya kita melakukan Goal Getting alih-alih Goal Setting?

Dapatkan artikel dan informasi SPESIAL lainnya dengan menuliskan Nama & Email Anda. SAAT INI JUGA!

2 Comments

  1. GM Agung Nugroho 31/01/2015
    • Henry Yonathan 31/01/2015

Leave a Reply