Entrepreneur dan Kegagalan

Beberapa waktu lalu saya mendampingi Bapak Adi Putera Widjaja mengisi workshop kewirausahaan di IPB (Institut Pertanian Bogor). Seusai workshop dan internal meeting dengan panita, kami bergegas kembali ke Jakarta.

Saat turun menuju lantai dasar dan ke lapangan parkir, seorang gadis datang menghampiri saya. Dari pakaiannya, dapat diduga ia termasuk panita pelaksana acara. Awalnya saya mengira mau menghantar kami ke lapangan parkir. Rupanya ia ingin berkonsultasi mengenai upaya memulai bisnis kuliner yang digelutinya.

Gadis tersebut bercerita bahwa ia ingin membuat kuliner dari olahan jamur tiram. Dan menurut penuturannya, dia telah mencoba membuat jamur krispi namun gagal. Sungguh suatu kebetulan sekali gadis tersebut betermu dengan saya. Sebab, saya dan Mama saya pernah beberapa kali mencoba untuk membuat jamur krispi untuk kesenangan sendiri… ha ha ha.

Beberapa kali kami mencoba menggoreng jamur yang berbalur tepung bumbu, namun tidak dapat menghasilkan jamur goreng yang krispi. Bahkan sudah mencoba saran dari beberapa orang (yang kayaknya hanya berteori) juga berbuntut jamur goreng yang lembek. Sampai akhirnya suatu hari… kami menemukan metodenya!

Menyikapi Kegagalan

Salah satu masalah yang umum dijumpai adalah gagal menyikapi kegagalan. Apa maksudnya? Anda akan menemukan segelintir orang yang sangat tidak ingin gagal, sehingga segala daya upaya dilakukan agar tidak pernah berhenti. Sebab, menurut mereka, ketika mereka berhenti berupaya, mereka akan gagal.

Menjelang awal Maret 2015, Lippo Group mengumumkan akan ikut dalam indahnya pesona e-commerce di Indonesia melalui MatahariMall.com. Lebih dari satu dasawarsa yang lalu, Lippo Group sudah terlebih dahulu terjun dalam bisnis e-commerce melalui LippoShop.com lengkap dengan armada yang mengantar pesanan Anda. Mungkin beberapa diantara Anda yang berusia 30-40 tahun masih ingat LippoShop.

Singkat cerita LippoShop terpaksa harus menutup layanannya hingga 31 Oktober 2001 karena saat itu pasar dan infrastruktur masih belum siap. Kini, setelah lebih dari 14 tahun berlalu, kini mereka terjun kembali ke e-commerce.

Jika kita mau berpikir dengan kepala dingin, segala sesuatu yang kita upayakan perlu dilakukan studi kelayakannya. Seberapa layak kita perlu meneruskan upaya kita?

Andai kata upaya yang kita lakukan tidak kunjung memberikan tanda-tanda yang mengarahkan kepada hasil yang diinginkan, apakah perlu terus dilakukan?

Dalam buku Good Strategy, Bad Strategy dijelaskan bahwa semangat/motivasi sebagai sebuah strategi, adalah strategi buruk yang menghamburkan begitu banyak sumber daya. Lippo Group memahami hal ini. Oleh sebab itu mereka tidak keras kepala untuk terus berupaya hingga lebih dari 14 tahun untuk menuai hasil. Lebih baik gagal disaat itu dari pada mengalami pendarahan terus menerus yang dapat berakibat fatal.

Seringkali… Anda perlu berhenti sejenak.

Waktunya Berhenti

Kembali kepada gadis dari IPB tadi. Hampir dapat dipastikan upaya yang telah dilakukan gadis tersebut dalam menghasilkan jamur krispi tidak akan jauh berbeda dengan metode-metode yang telah saya dan Mama saya lalui. Setelah saya ceritakan bahwa kami telah mencoba berbagai metode hingga akhirnya berhasil, gadis tersebut mengakui bahwa ia baru mencoba sekali membuat jamur krispi.

Entrepreneurship merupakan sebuah proses perjalanan yang tidak mau dilalui oleh orang pada umumnya. Salah satu prosesnya adalah melakukan sedikit lebih banyak daripada kebanyakan orang dan satu kali belum masuk hitungan.

Jadi, kapan harus berhenti? Saya tidak tahu. Anda sendirilah yang tahu kapan harus berhenti.

#HackingBisnis

Dapatkan artikel dan informasi SPESIAL lainnya dengan menuliskan Nama & Email Anda. SAAT INI JUGA!

Leave a Reply